Bajaj Jakarta Apk

Bajaj Jakarta Apk

India gives the world its first CNG motorcycle

The Bajaj Freedom is set to change the game of motorcycling in India. Riders will be able to cut down their operational cost by 50% leading to savings that’ll help them fulfil their dreams and aspirations. Add to that the comfort of the longest-in-class seat and mono-link suspension, and the convenience of an LED Headlamp and Bluetooth Connectivity, this bike is truly a game changer.

Nabila Aboebakar Al Habsyi, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih mendatangi acara pelantikan dengan cara berbeda.

Ia datang dari kediamannya di kawasan Tebet Jakarta Selatan ke gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat dengan menggunakan bajaj.

Saat melewati gerbang masuk gedung DPRD, ia disambut alunan grup marawis yang tidak lain merupakan binaannya.

“Saya hadir menggunakan alat transportasi asli Jakarta, yaitu Bajaj,” ujar Nabila usai turun dari bajaj sambil memasuki gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/8).

“InsyaAllah, transportasi itu (bajaj) akan tetap kita lestarikan sebagai bukti bahwa saya mencintai tranportasi yang telah menjadi salah satu simbol Budaya Betawi,” tutur dia.

Nabila menegaskan, hari pelantikan DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029 merupakan momentum istimewa.

Sebab, sambung dia, pelantikan dirinya merupakan penanda bahwa perjuangannya dalam politik belum berakhir.

Pelantikan tersebut, kata Nabila, merupakan titik awal memperjuangkan rakyat lewat Lembaga legislatif.

“Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan, yaitu hari di mana perjuangan akan dimulai,” tegas Nabila.

Dengan menggunakan kebaya bercorak batik dengan motif oranye, Nabila disambut tim marawis yang menabuh gendang kecil bertalu-talu.

Pemain marawis melantunkan shalawat. Tradisi masyarakat Betawi itu menjadi pilihannya yang ia gunakan untuk mengantar ke kantor wakil rakyat di Kebon Sirih.

“Saya tadi disambut oleh teman-teman marawis binaannya di Tebet. Saya juga disambut oleh relawan saya yang sudah bekerja luar biasa,” kata dia.

Dia mengungkapkan, sambutan tim marawis dan hadrah membuktikan kepeduliannya terhadap kelestarian budaya masyarakat Betawi di Jakarta.

Dia berharap, Budaya Betawi tetap diminati oleh anak muda Jakarta.

“Saya diiringi oleh marawis, hadrah di mana itu adalah kesenian masyarakat Betawi yang saya bina kepada anak-anak muda supaya tetap terus lestari,” tutur Nabila.

Nabila merupakan politisi yang terpilih duduk di DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Pemilu Legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) 8.

Dapil tersebut meliputi Kecamatan Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Jagakarsa. Nabila memperoleh 26.344 suara. (DDJP/bad/gie/df)

JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan Bajaj Indonesia memiliki pabrik perakitan completely knocked down (CKD) di Indonesia  sulit terwujud dalam waktu dekat. Pengganjalnya, target penjualan minimal 3.000 unit per bulan mulai September 2011 tidak bisa dicapai sehingga tak masuk skala ekonomis. Seandainya tercapai, bekal ini akan diteruskan ke prinsipal India untuk meminta  pembangunan pabrik di Indonesia akhir 2013.

"Rencana ini sulit diwujudkan karena kami tak berhasil mencapai target (3.000 unit per bulan). Tapi, ini bukan kesalahan kami, pasar secara total memang menurun," ujar Presdir PT Bajaj Auto Indonesia Tomotaka Ishikawa di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/12). Pria berkacamata minus ini mengaku sangat sulit meyakinkan prinsipal untuk mengeluarkan investasi, tanpa bukti kongkret.

Meski demikian, Ishikawa yakin bisa mempertahankan pertumbuhan positif di Indonesia, sampai akhirnya bisa meminta pembangunan pabrik baru. "Sepertinya tahun 2013 akan sulit terwujud. Kami berusaha secepatnya," tegas dia.

Sepanjang Januari-November 2011, BAI sudah mencatatkan penjualan 22.200 unit. Kontribusi terbesar datang dari Pulsar 135 mencapai 45 persen, disusul Pusar 180 (30persen) dan sisanya Pulsar 220 (25 persen). "Target kami sampai akhir tahun bisa mencapai 24.000-25.000 unit, tergantung dari penjualan bulan ini (Desember)," tutup Ishikawa.

Menyambut datangnya tahun baru 2012, BAI juga bertekad untuk terus meningkatkan dan memperluas jaringan pemasaran di Indonesia. Saat ini, total jaringan BAI dengan standar pelayanan 3S (sales, service, spare part) tercatat 103 dealer dan tahun depan ditargetkan bertambah minimal 50 jaringan baru dengan prediksi kebutuhan investasi mencapai Rp 20 miliar.

"Desember ini saja kami juga tengah mempersiapkan beberapa jaringan baru sehingga total pada Januari mencapai 116 dealer. Setiap jaringan investasinya sekitar Rp400 jutaan di luar tempat, tapi sudah termasuk modal usaha 12 unit motor," beber Rizal Tandju, Manager PR dan Event.

Bajaj menjadi salah satu transportasi umum andalan di DKI Jakarta. (Foto: Dok SINDOnews)

- Seiring perkembangan zaman, moda transportasi yang tersedia di DKI Jakarta kian beragam. Saat ini, masyarakat Jakarta dan daerah lainnya di sekitar Ibu Kota dapat menikmati layanan transportasi LRT, MRT, Transjakarta, KRL Commuter, serta Jaklingko. Namun, moda transportasi jadul seperti bajaj masih bisa ditemukan wara-wiri di jalan-jalan Ibu Kota.

Bajaj merupakan salah satu transportasi umum di Jakarta yang telah lama beroperasi. Bentuk kendaraan ini unik karena memiliki tiga roda, satu di bagian depan dan sisanya di bagian belakang. Bajaj bisa menampung dua sampai tiga orang penumpang. Dahulu, bajaj berwarna oranye dan deru dari mesinnya cukup berisik. Tapi setelah diremajakan, bajaj sekarang berwarna biru serta mesinnya tidak lagi bising seperti dulu karena bahan bakar yang digunakan adalah gas. Dengan gas sebagai penggerak kendaraan, bajaj menjadi transportasi yang ramah lingkungan.

Namun, tahukah Anda, bajaj sebenarnya adalah nama produsen otomotif dari India yang jadi nama transportasi umum di Jakarta? Ya, bajaj bukanlah nama transportasi umum, melainkan merek perusahaan otomotif.

Untuk mengetahui lebih jauh profil bajaj, dapat ditelusuri mulai dari kemunculannya di India. Bajaj Auto berdiri sebagai bagian dari Bachraj Trading Corporation Private Limited pada 1945. Perusahaan ini memulai penjualan kendaraan roda dua dan roda tiga impor dari Vespa.

Setelah mendapat lisensi dari pemerintah India, Bajaj Auto mulai memproduksi kendaraan roda dua dan roda tiga pada 1959. Nama perusahaan pun diubah menjadi Bajaj Auto Private Ltd dan di tahun selanjutnya menjadi perusahaan publik.

Sukses memproduksi 100.000 skuter pada 1969, Bajaj Auto mulai memperkenalkan pengangkut barang beroda tiga di tahun berikutnya dengan merek Bajaj. Pada 1973, Bajaj diekspor ke sejumlah negara, seperti Nigeria, Bangladesh, Australia, Sudan, Bahrain, Hong Kong, dan Yaman.

Bajaj Auto lalu merambah ke Jakarta melalui kerja sama dengan PT Tunas Bekasi Motor Company pada 1974. Kerja sama tersebut dilakukan dalam hal pengetahuan teknis pembuatan skuter dan kendaraan roda tiga di Indonesia.

Pada 1975, dimulailah sejarah Bajaj sebagai salah satu angkutan umum resmi di Jakarta. Saat itu sudah ada angkutan jenis I-III, yaitu kereta api, bus kota, serta taksi. Bajaj termasuk dalam kendaraan umum jenis IV yang melengkapi kendaraan lainnya.

Hingga sekarang, perusahaan

yang dipimpin oleh Rahul Bajaj masih terus beroperasi dan menghadirkan produk-produk andalannya. Salah satu inovasinya adalah kendaraan roda tiga listrik. Bajaj Auto pernah menempati peringkat 96 dalam daftar 100 Perusahaan Paling Inovatif Dunia 2014 oleh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bajaj Auto merupakan sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai macam produk kendaraan, didirikan pada tahun 1945. Perusahaan ini bermakas di Pune. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam kendaraan seperti bajaj dan sepeda motor. Mempekerjakan 10.250 pekerja pada tahun 2006.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk perusahaan otomotif India yang menjadi akar dari kata "bajaj", lihat

Bajaj (dibaca bajay) atau bentor adalah kendaraan bermotor beroda tiga yang banyak digunakan di Jakarta. Selain di Jakarta, bajaj juga dapat ditemui Banjarmasin, Pekanbaru dan beberapa ibukota kabupaten di Indonesia.

Kemunculan bajaj di Indonesia dimulai pada tahun 1970-an, ketika India mulai mengekspor bajaj mereka ke Indonesia, terutama Jakarta.

Nama bajaj sendiri sebenarnya adalah nama merek salah satu perusahaan otomotif di India, yaitu Bajaj Auto.

Bajaj terdiri atas tiga roda, satu di depan dan dua di belakang, dengan bentuk kemudi mirip seperti kemudi sepeda motor. Untuk di Jakarta, warna bajaj yang umum dijumpai ada dua, yaitu biru dan jingga.

Sedangkan di Banjarmasin, bajaj mereka umumnya berwarna hijau dan memiliki tempat berhenti tersendiri yang telah diatur oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Kapasitas penumpang bajaj adalah dua orang atau ditambah juga satu anak kecil, yang semuanya akan duduk di belakang pengemudi bajaj. Suara mesin bajaj sangatlah memekakkan telinga. Ukurannya yang cukup kecil membuatnya dapat diandalkan untuk menerobos kemacetan di dalam kota.

Dalam budaya populer tentang Bajaj, ada juga dijadikan serial televisi yaitu: